"Kau lihat di ujung sana, tepat di dekat persimpangan jalan itu.?" kataku dengan menunjukkan jariku tepat menunjuk bayang-bayang menari dan menggeliat di persimpangan itu.
Diapun tersenyum dan tampak membuatku bingung. "Untuk apa kau tersenyum semeringai itu ? Kau menertawakanku ?" kataku sambil menuduhnya.
"Tidak, bukan bermaksud seperti itu. Aku hanya sedikit terhibur melihat bayangan itu. Bayangan itu tampak bersenadung dengan senangnya." balas dia dengan tetap memasang wajah tersenyum dengan pandangan mengejek.
"Hai. Coba kau lihat kearah persimpangan yang sebaliknya. Yaa disana." kata dia sambil mengiyakan jariku yg menunjuk ke arah persimpangan sebaliknya.
"Aku tak melihat apapun, apa yang kau ingin tunjukkan kepada ku.?" tanyaku dengan bertubi tubi dengan perasaan penasaran ku.
"Amatilah perlahan. Mungkin kau akan melihatnya sedikit demi sedikit, memang sulit melihatnya." jawab Dia dengan sangat sederhana kepadaku. Aku semakin bingung. Kembali ku fokuskan penglihatan ku kearah itu. Tanpa menolehkan wajah dan berkedip sedikitpun tidak aku lakukan.
"Mana yang ingin kau tunjukkan kepada ku.?" tanyaku kembali tambah penasaran.
"Sabarlah. Hanya itu yang bisa aku katakan kepadamu. Sabar sobat. Nanti kau akan melihatnya." jawab Dia dengan tenangnya.
"Tapi aku tak bisa terus begini, mataku mulai perih dan kakiku pun mulai pegal. Lalu apa yang sebenarnya yg ingin kau tunjukkan kepadaku agar aku tak kau perlakukan begini." ocehan ku kembali membabi buta kepada dia. Aku hanya bisa melakukan hal itu. Karena Dia tidak memberikan kepastian kepadaku.
"Sabarlah. Itulah teka-tekinya. Kau tak akan mudah melihatnya kataku, jika kamu ingin tahu, maka sabarlah menunggu, nanti pun akan kau lihat apa itu." jawabnya kembali dengan nada yang lembut namun tidak memberikan jawaban kepadaku. Apa yang inging Dia tunjukkan kepadaku. Sungguh itu membuat ku bertanya-tanya untuk mengetahuinya.
Diapun tersenyum dan tampak membuatku bingung. "Untuk apa kau tersenyum semeringai itu ? Kau menertawakanku ?" kataku sambil menuduhnya.
"Tidak, bukan bermaksud seperti itu. Aku hanya sedikit terhibur melihat bayangan itu. Bayangan itu tampak bersenadung dengan senangnya." balas dia dengan tetap memasang wajah tersenyum dengan pandangan mengejek.
"Hai. Coba kau lihat kearah persimpangan yang sebaliknya. Yaa disana." kata dia sambil mengiyakan jariku yg menunjuk ke arah persimpangan sebaliknya.
"Aku tak melihat apapun, apa yang kau ingin tunjukkan kepada ku.?" tanyaku dengan bertubi tubi dengan perasaan penasaran ku.
"Amatilah perlahan. Mungkin kau akan melihatnya sedikit demi sedikit, memang sulit melihatnya." jawab Dia dengan sangat sederhana kepadaku. Aku semakin bingung. Kembali ku fokuskan penglihatan ku kearah itu. Tanpa menolehkan wajah dan berkedip sedikitpun tidak aku lakukan.
"Mana yang ingin kau tunjukkan kepada ku.?" tanyaku kembali tambah penasaran.
"Sabarlah. Hanya itu yang bisa aku katakan kepadamu. Sabar sobat. Nanti kau akan melihatnya." jawab Dia dengan tenangnya.
"Tapi aku tak bisa terus begini, mataku mulai perih dan kakiku pun mulai pegal. Lalu apa yang sebenarnya yg ingin kau tunjukkan kepadaku agar aku tak kau perlakukan begini." ocehan ku kembali membabi buta kepada dia. Aku hanya bisa melakukan hal itu. Karena Dia tidak memberikan kepastian kepadaku.
"Sabarlah. Itulah teka-tekinya. Kau tak akan mudah melihatnya kataku, jika kamu ingin tahu, maka sabarlah menunggu, nanti pun akan kau lihat apa itu." jawabnya kembali dengan nada yang lembut namun tidak memberikan jawaban kepadaku. Apa yang inging Dia tunjukkan kepadaku. Sungguh itu membuat ku bertanya-tanya untuk mengetahuinya.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar