(ilustrasi)
Bahasa
Itu...
@fakhrielhakim
Sebuah
bahasa.
Bahasa manusia yang kita tidak mengenalnya
secara nyata, terletak di dalam hati seorang manusia, ikatan pertalian yang
seseorang tidak bisa melihat namun kita bisa merasakannya.
Mengalir
begitu saja dengan harmoni, berawal dari sebuah interaksi antar insan manusia
secara bertahap lalu intensif bertatap muka bahkan hati, entah kita
menyadarinya atau tidak tapi itu semua ada di dalam diri kita.
Turun
dari sebuah hati yang bersih, bersih dari perasaan dengki, dzalim, suudzan dan
sifat hasad lainnya yang sering menganggu perasaan dan bahkan sanggup
merobohkan dinding bahasa itu.
Bukan
hanya turun dari hati, tetapi meresap ke relung sanubari, merasa asing lalu
saling mengenal, merasa bingung lalu saling memahami, merasa susah lalu saling
menolong, merasa beban lalu saling menanggung, hingga kita mencapai puncaknya,
ya puncak dari ini semua, dimana kita rela berkorban mengedepankan kepentingan
SAUDARA kita daripada kepentingan kita sendiri, maka semuanya bergabung menjadi
satu bahasa tersebut.
Bahasa
asing yang tidak semua orang merasakan lalu sadar telah mendapatkannya, maka
rasakan lalu sadarilah bahasa tersebut menjadi sebuah syair, syair yang indah
dalam dunia pertemanan kita, resapi lalu nikmatilah semuanya menjadi satu
kesatuan, hingga dapat kita kenang saat waktu itu tiba.
Jangan
berspekulasi bahwa bahasa itu cinta, kasih sayang atau bahasa sinetron lainnya,
karena jika itu benar, maka anti-klimakslah semua ini, abu-abu dan tanpa
tujuan. Cobalah lebih idealis, maka akan bertemu sebuah jalinan relasi antar
sesamanya.
Silahkan
menebak jika telah disadari, jika belum maka tengoklah temanmu, ah bukan
mungkin SAUDARAMU...
Uhibbukum Fillah Akhi

Tidak ada komentar :
Posting Komentar