Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks

Selasa, 06 Januari 2015

Fatamorgana part 2

Tidak berselang waktu yang lama, muncul bayang gelap perlahan muncul. Perlahan dan sangat perlahan. "Aku mulai percaya Dia tidak membodohi ku" ucap ku dalam hati sambil aku garukkan tanganku ke kepala seperti halnya orang-orang bingung lakukan.
Selang beberapa menit kemudian, bayang itu tampak sempurna. Sesosok bayang manusia tengah bersimpuh, mengalirkan air matanya. Aku tahu air matanya berlinang karena bayang tetesan air jatuh dari bayang wajah itu. "Tuhanku apa sebenarnya yang Dia ingin tunjukkan. Aku tidak tega melihat air mata itu jatuh dari balik bayang. Siapa sosok itu.?" dalam hati ku berkata-kata, aku tidak mau bertanya kembali ke Dia. Karena aku yakin tak akan ada jawaban yang berarti dari mulutnya.
"Sudah. Sudahkah tampak disana dengan jelas bayang itu.?" Dia pun bertanya.
"Ya. Jelas tampak. Tapi aju tak tahu itu siapa dan dia kenapa, dan satu hal lagi untuk apa kau menujukkan itu padaku.?" tanyaku membalas pertanyaannya. Diskusi ini mirip dengan metode diskusi socrates dalam pikirku, aku berharap dia menjawab namun dia hanya kembali melontarkan pertanyaan. Apa maksudnya.?
"Aku tahu banyak pertanyaan yang ingin kau tanyakan. Tapi tak pentinglah itu. Ayo kita lanjut berjalan ke arah sana. Ke arah bayang yang menangis itu." pintanya kepada ku sembari dia berjalan dengan cepat menjauhiku. Aku pun tak mau tertinggal olehnya. Aku berlari mengejarnya yang semakin jauh.
"Hei. Fir apa yang kamu lakukan disitu. Kau tadi berjalan dan bercakap-cakap sendiri. Aku aneh melihat mu." kata fira menyadarkan aku.
"Apa benar Fir aku seperti itu.?" balas aku bertanya kepadanya.
"Ya Fir. Aku melihat kamu seperti itu. Makanya aku mengkuti kamu sampai sini." balas Fira kepadaku lagi.
"Yasudahlah. Kita kembali aja ke kelas. Waktunya masuk mungkin" balasku sambil berlalu menuju kelas kami.


#Happy day

Minggu, 04 Januari 2015

Fatamorgana part 1

"Kau lihat di ujung sana, tepat di dekat persimpangan jalan itu.?" kataku dengan menunjukkan jariku tepat menunjuk bayang-bayang menari dan menggeliat di persimpangan itu.
Diapun tersenyum dan tampak membuatku bingung. "Untuk apa kau tersenyum semeringai itu ? Kau menertawakanku ?" kataku sambil menuduhnya.
"Tidak, bukan bermaksud seperti itu. Aku hanya sedikit terhibur melihat bayangan itu. Bayangan itu tampak bersenadung dengan senangnya." balas dia dengan tetap memasang wajah tersenyum dengan pandangan mengejek.
"Hai. Coba kau lihat kearah persimpangan yang sebaliknya. Yaa disana." kata dia sambil mengiyakan jariku yg menunjuk ke arah persimpangan sebaliknya.
"Aku tak melihat apapun, apa yang kau ingin tunjukkan kepada ku.?" tanyaku dengan bertubi tubi dengan perasaan penasaran ku.
"Amatilah perlahan. Mungkin kau akan melihatnya sedikit demi sedikit, memang sulit melihatnya." jawab Dia dengan sangat sederhana kepadaku. Aku semakin bingung. Kembali ku fokuskan penglihatan ku kearah itu. Tanpa menolehkan wajah dan berkedip sedikitpun tidak aku lakukan.
"Mana yang ingin kau tunjukkan kepada ku.?" tanyaku kembali tambah penasaran.
"Sabarlah. Hanya itu yang bisa aku katakan kepadamu. Sabar sobat. Nanti kau akan melihatnya." jawab Dia dengan tenangnya.
"Tapi aku tak bisa terus begini, mataku mulai perih dan kakiku pun mulai pegal. Lalu apa yang sebenarnya yg ingin kau tunjukkan kepadaku agar aku tak kau perlakukan begini." ocehan ku kembali membabi buta kepada dia. Aku hanya bisa melakukan hal itu. Karena Dia tidak memberikan kepastian kepadaku.
"Sabarlah. Itulah teka-tekinya. Kau tak akan mudah melihatnya kataku, jika kamu ingin tahu, maka sabarlah menunggu, nanti pun akan kau lihat apa itu." jawabnya kembali dengan nada yang lembut namun tidak memberikan jawaban kepadaku. Apa yang inging Dia tunjukkan kepadaku. Sungguh itu membuat ku bertanya-tanya untuk mengetahuinya.

360° Leadership

Leadership
-kemampuan = berasal dari usaha
-sifat sifat= sifatnya baik dan dapat di contoh.
-perilaku = orang yang dinilai baik.

Gaya kepemimpinan
-otoriter =
-laissez faire = sikap masa bodoh, pemimpin tidak mau tahu situasi dan kondisi organisasi
-Demokrasi = mampu mengakomodasi

" untuk menjadi ketua, maka seharusnya kita menjadi bawahan untuk kita merasakan sebuah proses bagaimana kemampuan kita untuk mencapai sebuah puncak kepemimpinan"

"Menang dan menghancurkan kompetitor" nike
"Menyediakan & menciptakan komputer pribadi disetiap meja diseluruh dunia" microsoft


"Bagian tengah dari suatu organisasi adalah tempat paling optimal untuk melatih, menerapkan, dan memperluas pengaruh" -maxwell

"Orang2 yang baik sebaiknya diletakkan ditengah, yaitu jabatan yang action"

Pengaruh harus dibangun dari bawah

Prinsip memimpin keatas
- meringankan beban pemimpin anda
- mau melakukan hal yang tidak mau dilakukan orang lain
- melakukan lebih dari sekedar mengelola memimpin
- berinvestasi di relasional
- tahu waktu kapan harus menahan diri kapan harus mendorong
- menjadi pemimpin yang diandalkan
- jadi orang yang lebih dibanding yang lain

Prinsip memimpin ke samping
- mendahulukan upaya melengkapi sesama memimpin daripada upaya bersaing dengan mereka
- menjadi seorang teman
- menghindari politik organisasi
- memperluas lingkaran kenalan anda
- membiarkan ide terbaik menang
- jangan berpura-pura sempurna

Prinsip memimpin ke bawah
- berjalan perlahan lewati lorong (silaturrahmi)
- melihat semua seperti angka 10 (sempurna)
- kembangkan setiap anggota tim menjadi seseorang
- tempatkan orang-orang dizona kekuatan mereka
- berikan contoh dari perilaku yang anda inginkan
- sebarkan visi
- hadiah untuk hasil

7 alasan pokok orang gagal memimpin
- tidak sensitif
- dingin
- Terlalu ambisius
- Menghianati kepercayaan
- punya masalah kinerja
- tidak mampu mendelgasikan
- tidak mampu memilih bawahan yang tepat.



Diberdayakan oleh Blogger.