Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks

Sabtu, 31 Mei 2014

Ga Keterima Jalur Undangan SNMPTN? Sabarrrr



Terlihat cengeng memang, tetapi begitulah Sunatullah-Nya, begitulah Fitrah-Nya. Perasaan kecewa, sedih, galau, tidak percaya dan frustrasi menghiasi semua relung sanubari. Sebagai seorang yang awam dalam masalah hidup, mungkin level pelajar belum ada apa-apanya dibandingkan dengan masalah yang dihadapi oleh ayah dan ibu kita, tetapi yakinlah bahwa ini juga merupakan salah satu bentuk niat dan ikhtiar kita dalam membahagiakan orang tua. Dan  gagal dalam SNMPTN atau jalur undangan bagi pelajar SMA merupakan suatu ujian... ya ujian mental yang sebenarnya (IMHO), maka inilah pokok bahasan utama Saya kali ini.

Menyedihkan memang, kita yang telah belajar selama tiga tahun yang sangat krusial, semuanya dipertaruhkan di jalur ini, banyak yang memilih dengan penuh sifat ambisius ingin ke Perguruan Tinggi Negeri/PTN ini dan ingin ke PTN itu dengan jurusan yang bergengsi, tetapi ada juga yang memilih realistis dengan semua keterbatasan kemampuan dinilai akademiknya, mungkin lebih tepat ‘menyesuaikan atau tahu diri’. Namun satu hal mutlak yang diharapkan oleh rata-rata pelajar ialah, bahwa mereka tidak perlu repot-repot untuk belajar lagi menghadapi berbagai ujian atau tes tulis untuk masuk PTN atau lewat jalur lainnya.

Masalah berikutnya ialah apakah mereka bisa lolos melalui jalur undangan tersebut? Bersyukur dan berbahagialah bagi kalian yang lolos dan diterima, dan cobalah untuk mengambil ‘undangan ekslusif’ tersebut, karena saat kalian memutuskan menulis jurusan dan universitas yang Anda pilih itu, maka sudah sepatutnya kalian telah musyawarahkan, menimbang-nimbang dan tabayyun hal tersebut dengan orang tua atau dengan yang lainnya. Tetapi bagaimana jika kalian menolak mengambilnya? Lihatlah faktor reputasi sekolah kalian, adik kelas kalian dan yang terpenting teman-teman kalian yang tidak lolos, karena tidakkah kalian melihat dan menyadari, bagaimana teman-teman seperjuangan kalian yang sangat mengharapkan lolos jalur undangan tersebut tapi tidak kesampaian, itu semuanya berpengaruh atas keputusan kalian, maka silahkan pikir sendiri! Itu pun jika kalian masih mempunyai hati nurani.

Lalu bagaimana sikap kita jika tidak lolos jalur undangan tersebut? Apakah kita akan terus-terusan larut dalam kesedihan? Atau terus-terusan menyesali kita yang tidak serius belajar selama tiga tahun belakangan ini yang sangat mempengaruhi jalur undangan tersebut? Wake Up Brother! Semuanya sudah berlalu, ayo bangkit! Masih ada jalur tes tulis nasional atau SBMPTN dan jalur mandiri di setiap PTN lainnya!

Sambil muhasabah diri, cobalah simak lagu dari Ali Sastra Feat. The Jenggot yang berjudul “Kita Mampu” dengan memaknai lirik lagunya seperti yang tertera di bawah ini sahabat.


Tuhan Tahu Kita Mampu by Ali Sastra ft. The Jenggot

Saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

pernahkah dirimu merasa gelisah

begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa
kurasa susah, semangat payah, lalu kau pasrah, hentikan langkah,
hingga akhirnya kau mengalah

di saat itu kau harus tahu

bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu
ujian untuk mengukur kadar keimananmu
ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu


karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui

karena Tuhan telah mengukur diri ini
lebih baik hadapi segala beban diri
hadapi dengan ikhlas di hati

engkau tak sendirian menghadapi cobaan

saudara seiman pasti kan ulurkan tangan
kita hadapi semua dengan hati terbuka
yakin ini hanyalah ujian semata

saat kau terpuruk dan terjatuh

pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

bertubi-tubi cobaan pun silih berganti

seakan-akan tak habis-habis dan tak berhenti
kita rasakan semakin lemah setiap hari
bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri

tapi sejenak cermatilah kehidupan ini

betapa luasnya karunia dari Ilahi
meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah
kadang tak dimengerti


sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan

sungguh hidup ini terus memberi pelajaran
karena bagaimanapun selalu ada Tuhan
yang memberikan kekuatan

satu persatu, seiring berjalannya waktu

kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan Mau
Tuhan ingin kita jadi manusia yang TANGGUH
Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh

saat kau terpuruk dan terjatuh

pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

aku di sini sedia menemani

siap bantu jika beban itu mau kau bagi
jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih
jangan lagi terpuruk dan tenggelam dalam sedih

genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku

biar segera terbagi semua beban itu
bersama kita maju dan melangkah tanpa ragu
hapus semua pilu agar kita terus melaju

Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur

semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur
mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur

TUHAN ADA DI SINI, DI DALAM JIWA INI

Ebiet G Ade pernah melantunkan syair ini
ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari
tetap semangat tuk hadapi semua ini

Sebagai penutup, akan Saya kutip sebuah pepatah Arab yang memang tidak ada dalil Hadits maupun Quran-Nya, namun ini sudah menjadi Sunatullah yang nyata, selain itu pepatah ini juga sempat terkenal oleh sebuah novel best seller karya Ahmad Fuadi “Negeri 5 Menara” yang bahkan telah di filmkan, maka tidak asing lagi bunyinya ialah:
MAN JADDA WAJADA
(Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka Ia akan mendapatkannya).

Jumat, 23 Mei 2014

MENGHINDARI GHAZWUL FIKRI

Ghazwul Fikri berasal dari Bahas Arab yaitu “ Gozwah “ berarti “Perang” dan “ Fikri “ berarti “ Pemikiran “.Allah SWT berfirman :
“ mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut ( ucapan-ucapan ) mereka,tetapi Allah tetap menyempurnakan Cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya “. ( Q.S As-Shaf ; 8 ).
Ghazwul Fikri merupakan perang pemikiran yang di cetuskan oleh kaum musyriki dengan tujuan menghancurkan agama Allah SWT.

Hidup di kehidupan remaja pada zaman ini memang di tuntut ekstra waspada. kenapa? karena boleh dibilang jalan yang sedang kita tempuh saat ini sangat berlubang dan curam. sangat sering kita menghadapi berbagai rintangan yang menghambat visi dan misi kehidupan, tergelincir sedikit saja rasanya memang pantas menjadi korban.

sahabat sekalian, seperti kita lihat didepan mata kita, perang ideologi sangat gencar terjadi. bahkan secara langsung kita ikut terlibat didalamnya. tiga ideologi besar saling berebut untuk saling menjatuhkan. islam, sosialisme, kapitalisme bahkan komunisme pun ikut ambil andil didalamnya. kita sebagai pemuda muslim terkadang kebingungan menentukan sikap. karena tidak selamanya mereka menyerang kita langsung dalam bentuk yang buruk dan mengerikan, sebaliknya malah tampil dengan tampilan yang sungguh memikat. kita bisa lihat langsung contohnya, tidak sedikit teman seumuran kita yang terjelembab dikehidupan hedonisme. pergi ke club malam, menenggak alkohol, free sex dan banyak lagi contohmya, seolah-olah itu sudah menjadi hal yang lumrah. padahal sudah kita ketahui itu semua merupakan dosa yang sangat jelas di kecam keras oleh aspek islam mana pun.
ancaman Alquran tentang sikap hedonistik:
“jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka Jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. (Ali Imran 196-197)

contoh lainya banyak teman kita yang gaya hidupnya mengikuti idola-idola dari barat seperti britney spears, lady gaga, rihanna dan cecunguk iblis lainya. dengan riuh mereka menonton konser, berteriak dengan gaduh, menyembah, dibutakan oleh fanatisme yang semu. lewat musik mereka terpengaruh oleh budaya barat. warna warni islam pun telah pudar dari kehidupan mereka.

sahabat yang inshaa Allah dimuliakan Allah. itulah yang dinamakan ghazwul fikri atau perang pemikiran. barat sangat lihai membungkus itu semua sehingga jika tidak teliti kita bisa jatuh kedalamnya. mengapa barat menggunakan cara yang lebih lembut untuk menjatuhkan iman kita? karena bisa kita lihat dari sejarah usaha-usaha pasukan salib yang berusaha meruntuhkan pasukan kaum muslimin yang selalu gagal, dikarenakan para pasukan muslim senatiasa menjaga iman dan takwa mereka kepada Allah.
itulah sebabnya kita sekarang berhapadan dengan musuh yang tidak terlihat, hanya mereka yang berilmu tinggi dan taat kepada Allah yang bisa mendeteksi keberadaan musuh-musuh itu.

Kamis, 22 Mei 2014

Ruangan 3x5




 Assalamualaikum wr.wb 

Suatu hari pada waktu sebelum maghrib dan sesudah ashar di suatu tahun, dan diumur yang muda kami berkumpul dalam satu lingkaran di dalam ruangan 3x5 dengan wajah yang berbeda dan perasaan yang berbeda. Lalu kami saling berbincang dan berkenalan satu sama lain sambil menunggu seorang guru pembimbing/pembina dalam lingkaran ini. Akhirnya dia pun datang dan pasti membawa kesan dalam hatinya ketika melihat wajah baru pemuda pra-remaja yang akan menjadi bibit bibit pahala keiikhlasannya InsyaAllah. Akhirnya dimulai sebuah  perbincangan diawali dengan Bismillah  dengan menyebut nama Allah dan RasulNya sebagai suri tauladan Nabi  Muhammad SAW.  Kami pun mulai mengenal satu sama lain. Akhirnya pertemuan ini menjadi rutinitas kita setiap minggu, perasaan galau anak zamanpun terobati dalam pertemuan ini. Tak terasa sudah 3 tahun saya bersama teman teman tetap istiqomah dalam pertemuan ini, sungguh niat pertemuan ini hanya untuk mencari Ridho Allah dan membentuk persahabatan muslim yang InsyaAllah akan menolong kita di yaumul Akhir. Simple saja dalam perkumpulan ini hanya berkumpul dalam ruangan 3x5 dan mebaca Al Quran lalu mendapat kajian Islami dari pembina lalu berdikusi, mengobati luka hati dengan sharing dan semuanya diniat kan untuk ridho Allah, dan insyaAllah kita akan istiqomah dalam kebaikan amin. Disinilah kami berkumpul diruangan kecil dengan orang orang mukmin yang InsyaAllah akan menjadi generasi bangsa yang kokoh imannya kuat dan istiqomah mengarungi samudra kehidupan hingga titik cahaya surga Allah bersama Nabi dan sahabat serta orang orang shalih Aminnn. Semoga kita yang berada dalam kebaikan akan menjadi orang yang ajaib dan mendapat naungan Rasulullah. Seperti kerinduan beliau kepada umatnya dalam percakapan pada zamannya “Siapakah yang paling ajaib imannya?” tanya Rasulullah. “Malaikat,” jawab sahabat.
“Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka senantiasa dekat dengan Allah?” jelas Rasulullah.
Para sahabat terdiam sejenak. Kemudian mereka berkata lagi, “Para nabi.”
“Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka?”
“Mungkin kami,” ujar seorang sahabat.
“Bagaimana kalian tidak beriman sedangkan aku berada ditengah-tengah kalian,” tukas Rasulullah menyanggah hujah jawaban sahabatnya itu.
“Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih mengetahui,” jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
“Kalian ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku,” jelas Rasulullah.
“Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka,” ucap Rasulullah lagi. 
Semua berawal dari sini kawan ruangan 3x5 yang akan membangun kita pada keabadian akhirat dengan kebahagian aminn....

Diberdayakan oleh Blogger.